fbpx

Pengaturan Umum SmartPresence

Pengaturan Umum SmartPresence

Daftar Isi

Menu pengaturan umum merupakan pengaturan pada mesin absen yang akan digunakan oleh pengguna. Salah satunya adalah pengaturan kemiripan wajah, dimana user bisa mengatur persentase kemiripan wajah pada saat absen. Dan juga user dapat mengaktifkan fitur absen tanpa pin dengan cara mengubah “Gunakan kemiripan wajah otomatis” dari “OFF” menjadi “ON”.

Setiap menu memiliki icon “i” yang akan menampilkan kegunaan dari menu tersebut. Berikut adalah cara menggunakan pengaturan umum.

Kemiripan Wajah

Setting dibawah akan mempengaruhi proses presensi pada aplikasi SmartPresence Dashboard.

  • Batas kemiripan wajah: digunakan untuk menentukan persentase minimal untuk suatu presensi dinyatakan valid. Bila kemiripan tidak mencapai yang ditentukan, dalam hal ini 60% seperti gambar diatas, maka akan masuk ke “Konfirmasi batas kemiripan wajah”. Bila diatas 60% maka absensi akan dianggap sukses.
  • Konfirmasi batas kemiripan wajah: digunakan untuk menentukan batas minimal untuk presensi diterima sistem namun perlu dikonfirmasi. Presensi yang kemiripannya mencapai diatas yang ditentukan,dalam hal ini 40% sesuai gambar, namun masih dibawah 60%maka akan memerlukan konfirmasi dari atasan untuk menentukan apakah absensi itu valid atau tidak. Bila di bawahnya maka dianggap gagal.
  • Batas Kemiripan wajah waktu pendaftaran: digunakan untuk menentukan persentase minimal sebuah sampel boleh disimpan atau tidak. Jadi bila persentase kemiripan antara sampel lama dan sampel baru tidak mencapai persentase yang ditentukan, yaitu 10% sesuai gambar, maka proses pengambilan sampel akan dianggap gagal. Tambah sampel bisa dilakukan menggunakan Smart Presence Data Capture. Klik pada lambang Gir di pojok kanan atas lalu klik pendaftaran.

Kemiripan Wajah Otomatis

Setting ini digunakan untuk presensi tanpa memasukkan PIN. Setting di bawah akan menumpuk setting “Kemiripan Wajah”.

  • Gunakan kemiripan wajah otomatis:digunakan untuk mengaktifkan atau menonaktifkan setting ini. Bila aktif maka pegawai tidak perlu Input PIN untuk Presensi.
  • Batas kemiripan wajah otomatis: digunakan untuk menentukan presentasi minimal presensi dinyatakan valid oleh sistem.
  • Batas kemiripan konfirmasi kemiripan wajah otomatis: digunakan untuk menentukan presentasi minimal presensi diterima oleh sistem namun perlu dikonfirmasi.

Rekam Data

Setting di bawah digunakan untuk menentukan pengaturan pada seluruh aplikasi Data capture.

  • Ijinkan Pendaftaran Mesin: digunakan untuk menentukan di mesin (aplikasi Data Capture) mana saja pegawai boleh mendaftarkan sampel wajah. Bila tombol diklik maka akan muncul list Mesin yang terhubung. Pegawai hanya boleh melakukan pendaftaran pada Mesin yang diberi tanda centang dalam list tersebut.
  • Presensi harus dengan catatan: digunakan untuk memunculkan tombol alasan di aplikasi data capture saat pegawai melakukan absensi. Disini pegawai dapat memilih alasan yang sudah di setting sebelumnya pada Dashboard dalam menu Data Induk > Catatan Kehadiran > Masuk Keluar.
  • Toleransi perbedaan waktu server merupakan perbandingan waktu yang diberikan untuk masing-masing mesin yang terkoneksi ke server, toleransi diberikan berdasarkan wilayah pada saat absen. Misalnya pengguna absen di wilayah bagian barat dengan perbedaan waktu 1 jam maka pada toleransi diisi 60 menit, jika kurang dari 60 menit maka akan muncul pemberitahuan peredaan jam server.
  • GPS harus aktif: ketika pengguna melakukan absen maka GPS pada mesin tersebut harus aktif
  • Toleransi jarak GPS: merupakan pengaturan radius titik lokasi awal yang telah ditentukan sebelumnya.
  • Pakai pola pengaman mesin: merupakan pengaturan yang berfungsi ketika aplikasi pada mesin absen ditutup maka akan muncul pola yang harus dimasukkan.

Cara mengaktifkan pola pengamanan mesin:

    • Aktifkan terlebih dahulu pola pengamanan mesin klik tombol “ON”.
    • Kemudian Atur Pola Sesuai Keinginan.
  • Deteksi ekspresi: bila dihidupkan maka saat pegawai presensi maka pegawai akan diminta melakukan ekspresi sederhana seperti tersenyum dan tutup mata secara random. Digunakan untuk mengatasi kecurangan pegawai yang presensi menggunakan foto.
  • Batas deteksi Ekspresi: digunakan untuk perbandingan antara sampel wajah dengan pegawai yang melakukan presensi saat melakukan ekspresi.
  • Tampilan portal berfungsi untuk mengatur tampilan mesin absen, ketika menu ini aktif makaakanmunculjadwalpadamesinabsen.
    Cara mengaktifkan tampilan portal:

    • Padamenupengaturanumum, klik tombol “ON” pada pilihan tampilan portal > ketika sudah aktif maka pada mesin absen akan muncul tombol “Portal Pegawai” > klik “Portal Pegawai”.
    • Masukan PIN pengguna > klik “OK”.
    • Selanjutnya akan muncul tampilan jadwal pegawai.

Aplikasi Pegawai

Setting ini digunakan untuk melakukan setting pada aplikasi employee.

  • Ijinkan tukar shift: menu ini berfungsi untuk mengaktifkan menu tukar shift pada aplikasi mobile employee.
  • Ijinkan pengajuan lembur: Bila diaktifkan maka jika pulang melewati jam pulang maka akan ada pengajuan/konfirmasi lembur ke atasan (Dashboard).
  • Ijinkan ganti foto profil: Bila diaktifkan maka pegawai boleh mengganti foto profilnya lewat aplikasi SmartPresence Employee.
  • Perlakuan Lembur: Digunakan untuk mengatur perlakuan terhadap pengajuan lembur pegawai.Ada tiga pilihan yaitu Tanpa Lembur,  Konfirmasi dan Lembur.
  • Tracker Interval Default: Digunakan untuk menentukan setiap berapa detik Smartpresence Employee mengirim lokasi.
  • Tracker Lama Shift Berakhir: Digunakan untuk menentukan berapa lama tracker akan merekam terhitung mulai absen masuk sampai waktu yang ditentukan sudah habis atau pegawai sudah absen pulang.

Cara mengaktifkan Tracker:

  1. Padamenupengaturanumum, klik tombol “ON” pada pilihan “Gunakan Tracker Default”.
  2. Atur durasi tracker mengambil titik lokasi pada kolom “Tracker Interval Default”.
  3. Kemudian atur berapa lama durasi untuk tracker tetap mengambil titik lokasi jika pegawai belum melakukan presensi pulang pada kolom “Tracker Lama Shift Berakhir”.

Catatan:

  • Untuk menggunakan fitur tracker ini terlebih dahulu menginstall aplikasi Employee.
  • Aktifkan GPS terlebih dahulu Kemudian login aplikasi Employee.
  • Jika sudah login anda bisa tutup aplikasi Employee tersebut dan pastikan GPS tetap hidup.
  • Secara otomatis aplikasi Employee akan mengirimkan titik lokasi dimana anda berada.

Pemindai

  • Menu pemindai RFID merupakan menu untuk mengaktifkan fungsi RFID sebagai pengganti PIN, biasanya RFID berbentuk kartu.
  • Menu pemindai NFC merupakan menu yang fungsinya sama seperti RFID, dimana media NFC ini merupakan mobile atau smartphone.
  • Menu pemindai barcode merupakan menu untuk mengaktifkan fungsi barcode sebagai pengganti PIN.

Lainnya

  • Batas konfirmasi absen: menu ini untuk mengatur batas waktu konfirmasi, jika pada saat absen terjadi kesalahan lokasi atau lokasi absen salah dan wajah diragukan.
  • Setelan dasar konfirmasi absen: merupakan acuan setelah konfirmasi dilakukan, misalnya jika konfirmasi absen tidak dilakukan lewat dari satu hari, maka otomatis absen masuk dianggap valid.
  • Zona waktu: merupakan pengaturan waktu berdasarkan GMT, zona waktu bisa disesuaikan dengan daerah tempat absen dilakukan.
  • Perhitungan hari berakhir: merupakan pengaturan waktu berakhirnya hari.