fbpx
pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan

Gaya Kepemimpinan Berpengaruh Terhadap Kinerja Karyawan? Ini Jawabannya!

Sebagai seorang pemimpin di perusahaan, setiap keputusan yang diambil serta langkah yang dilakukan akan menentukan arah dan kehidupan perusahaan tersebut. Setiap pemimpin memiliki karakter dan gaya memimpin yang berbeda-beda tergantung dengan latar belakang, kondisi perusahaan, dan lain sebagainya.

Baca juga: Kuesioner Kinerja Untuk Evaluasi Karyawan

Nantinya gaya kepemimpinan seorang pemimpin tersebut akan berpengaruh terhadap kinerja karyawan yang ada di perusahaan. Berikut beberapa gaya kepemimpinan serta pengaruhnya.

Gaya Kepemimpinan Visioner

Pemimpin yang visioner bisa menggerakkan seluruh karyawannya pada tujuan dan arah yang sama. Tidak selalu soal bagaimana cara mencapai tujuan tersebut, namun menumbuhkan kesepahaman bersama tentang kemana tujuan dari perusahaan ini akan berjalan. Pemimpin dengan gaya kepemimpinan visioner ini cocok untuk tipe perusahaan yang sedang membutuhkan arah baru atau terobosan dalam siklus hidup perusahaan tersebut. Pemimpin visioner memberikan ruang gerak bagi seluruh karyawannya untuk mencoba hal baru demi tercapainya tujuan perusahaan. Apabila terjadi kegagalan, maka tidak dianggap sebagai kesalahan tetapi sebagai pelajaran sehingga karyawan tidak akan takut untuk melakukan atau mengusulkan langkah baru.

Gaya Kepemimpinan Coaching

Pemimpin dengan gaya ini tidak mendikte karyawannya untuk melakukan langkah-langkah kaku agar dapat berkembang. Akan tetapi pemimpin dengan gaya coaching akan membimbing karyawannya untuk menjadi pribadi dan pekerja yang baik. Tujuannya tentu agar karyawan dapat meningkatkan kualitas diri dan dapat memberikan kontribusi lebih pada tim dan perusahaan. Berfokus pada kekuatan masing-masing karyawan atau tim akan sangat membantu model gaya kepemimpinan ini.

Gaya Kepemimpinan Affiliative

Pemimpin dengan gaya kepemimpinan affiliative akan berlaku sebagai penghubung dalam lingkungan perusahaan dan berupaya menjadi jembatan antara berbagai tim.  Dengan tujuan untuk membangun iklim perusahaan yang kondusif dan optimal dan membuat karyawan dapat bekerja dengan nyaman. Tentu saja akan terjadi selisih paham dan ketidakcocokan pada suatu hari, disaat seperti inilah pemimpin tipe ini beraksi.

Pengaruh gaya kepemimpinan ini terhadap kinerja karyawan akan sangat terlihat karena pemimpin akan berperan sebagai jembatan antara pihak yang berselisih. Walaupun nantinya tidak selalu pihak yang berselisih tersebut mau mencapai kesepakatan, namun setidaknya pemimpin akan membuat pihak yang berselisih tersebut tetap dapat bekerja dengan efektif dan tidak salah menempatkan fokusnya.

Gaya Kepemimpinan Demokratis

Seperti yang sudah diketahui, pemimpin dengan gaya ini akan berlaku demokratis dengan mempertimbangkan semua suara dari karyawannya. Gaya kepemimpinan ini sangat cocok digunakan ketika seorang pemimpin yakin benar mengenai keputusan yang akan diambil dan meminta masukan dari seluruh karyawan yang ada. Pendekatan ini sangat baik dilakukan ketika akan melakukan suatu keputusan besar yang menyangkut perusahaan. Tentu saja pengetahuan dan pertimbangan lebih banyak kepala akan membawa pada keputusan yang lebih adil.

Gaya Kepemimpinan Pacesetting

Pemimpin dengan gaya ini dapat menetapkan tujuan yang jelas, serta dapat mencapainya bagaimanapun caranya. Pemimpin tipe ini membutuhkan banyak dukungan dari karyawannya karena gaya ini menuntut partisipasi penuh dari karyawan. Pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan akan terasa ketika setiap karyawan dapat bekerja dengan padu. Namun resiko yang ditanggung juga cukup berat, yaitu mundurnya karyawan akibat kurang motivasi dan antusiasme.

Gaya Kepemimpinan Commanding atau Otoriter

Gaya kepemimpinan ini sudah sangat jarang digunakan karena dirasa tidak lagi sesuai dengan perkembangan zaman. Pemimpin dengan gaya ini menuntut kepatuhan maksimal tanpa pertanyaan dari karyawannya. Meski cocok digunakan ketika keadaan kritis, tetapi gaya ini juga menuntut pemimpin yang benar-benar tangguh agar dapat bekerja dengan baik.

Kategori

Kelola Kehadiran Karyawan Lebih Mudah dan Praktis Optimalkan Produktivitas Kerja.