fbpx
Menyusun Job Description

Cara Efektif Menyusun Job Description

Pada artikel sebelumnya yang membahas mengenai perbedaan Job Description dengan Job Specification menjelaskan bahwa Job description atau job desc merupakan uraian atau catatan yang menjelaskan gambaran tugas secara tertulis yang berisikan dari dibentuknya suatu jabatan atau tugas. Job Description merupakan suatu spesifikasi  atau persyaratan jabatan yang harus dipenuhi oleh calon pencari kerja untuk bisa masuk menduduki jabatan dalam perusahaan. Spesifikasi atau persyaratan ini terkait dengan latar belakang pendidikan, kompetensi, dan kemampuan atau hal lain yang terkait dengan jabatannya nanti.

Maka dari itu Menyusun job description sangat penting untuk mendukung dan mengoptimalkan kinerja karyawan. Dengan adanya pembagian job desc yang jelas, karyawan pun bisa memberikan kontribusi maksimal terhadap perusahaan.

Baca Juga: Jenis-Jenis Software HRIS

Lalu, bagaimana perusahaan dapat menyusun job desc yang baik dan efektif bagi para karyawannya? Jawabannya ada pada 5 elemen fundamental dalam membentuk job description yang baik. Berikut penjelasan elemen-elemen tersebut:

Spesifikasi Pekerjaan

Langkah awal yang harus dilakukan dalam menyusun job description adalah menentukan spesifikasi setiap pekerjaan. Spesifikasi ini dilakukan untuk mengetahui dan menilai kualitas pekerjaan. Jika dijabarkan, penilaian ini bisa berdasarkan tanggung jawab, kinerja, keterampilan serta situasi pekerjaan yang diberikan.

Akuntabilitas

Selanjutnya yang harus dipahami dalam menyusun job desc adalah akuntabilitas. Yang mana penilaian ini penilaian berdasarkan pada pengetahuan tentang kebijakan perusahaan, produk perusahaan, keputusan dan tindakan yang diambil.Maka dari itu akuntabilitas menjadi unsur penting dalam membuat job description yang baik.

Tugas serta Tanggung Jawab

Tugas dan tanggung jawab merupakan unsur yang paling penting pada sebuah job decs. Seorang karyawan harus menjalankan tugasnya sebagai pekerja dan bertanggung jawab atas apa yang dihasilkan. Baik itu pencapaian yang sesuai target atau pun kinerja yang menurun. Tugas tersebut dapat dirincikan dengan poin-poin deskriptif tentang apa saja yang harus dilakukan pada pekerjaan di posisi tersebut. Jadi karyawan lebih mudah memahami apa yang harus dilakukannya dan dapat memaksimalkan kemampuan mereka untuk mencapai target yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

Ringkasan Pekerjaan

Ringkasan Pekerjaan merupakan dukungan dari beberapa unsur yang telah dijelaskan yang mana berupa gambaran dari pekerjaan. Isi yang dilampirkan dapat menggunakan garis besar dari tugas apa yang harus dilakukan. Maka hal selanjutnya dapat dikembangkan oleh karyawan atau penanggung jawab. Jadi perusahaan tidak perlu repot-repot menjabarkan penjelasan yang dirasa tidak begitu penting dengan maksud menghindari kesalahan pemahaman setiap karyawan.

Identifikasi Pekerjaan

Yang terakhir yaitu identifikasi pekerjaan, hal ini berkaitan dengan proses identifikasi pekerjaan yang akan disampaikan dalam satu hingga dua kalimat sebagai informasi pekerjaan, jabatan, pengalaman, dan pendidikan. Ini dilakukan agar mendapatkan tenaga-tenaga yang ahli dan kompeten di bidangnya.

Kategori

Kelola Kehadiran Karyawan Lebih Mudah dan Praktis Optimalkan Produktivitas Kerja.