fbpx
Soft Skill dan Hard Skill

Apa Saja Perbedaan Soft Skill dan Hard Skill?

Dalam dunia kerja pasti Anda sering mendengar soal hard skill dan soft skill. Hal ini merupakan aspek mendasar yang tak cuma harus diketahui, akan tetapi juga harus dimiliki oleh para pencari kerja. Bahkan, untuk Anda yang sudah berada di dalam dunia kerja pun, dapat mendalami hal ini secara lebih agar bisa meningkatkan karir Anda.

Baca Juga: Pentingnya Interpersonal Skill Bagi Karyawan!

Pada dasarnya, baik hard skill maupun soft skill sangat dibutuhkan untuk menunjang pekerjaan. Agar Anda lebih paham dan bisa mendalaminya demi perkembangan karir kedepannya, Anda perlu mengenali perbedaannya.

Perbedaan Soft Skill dan Hard Skill

Ada beberapa hal yang membedakan antara soft skill dan hard skill, mulai dari definisinya sendiri, hingga cakupan keahliannya. Untuk lebih lengkap, berikut ini adalah penjelasannya.

Hard Skill

Hard skill adalah keahlian utama yang dibutuhkan dalam sebuah pekerjaan dari segi kemampuan spesifik. Keahlian utama ini bisa didapatkan melalui pendidikan formal maupun berbagai program pelatihan. Biasanya, perusahaan mencantumkan persyaratan hard skill pada iklan lowongan kerja. Dengan memiliki hard skill yang sesuai permintaan perusahaan, maka Anda dapat mengerjakan tugas yang diberikan dengan baik.

Hard skill dapat dipelajari, dievaluasi, dan diukur. Selain itu hard skill mencakup pengetahuan dan keahlian spesifik yang dibutuhkan seseorang agar dapat sukses dalam pekerjaan. Beberapa contoh hard skill antara lain pemrograman komputer, desain web, menulis, akunting, keuangan, matematika, hukum, dan keterampilan lainnya terkait pekerjaan. 

Soft Skill

Jika sebelumnya Hard skill merupakan keterampilan dari segi melakukan pekerjaan atau keahlian. Soft skill lebih lebih terkait dengan sifat, kepribadian serta ikatan emosional yang dimiliki seseorang. Untuk Soft skill sendiri itu ada beberapa jenis, seperti komunikasi, etika, empati, hingga kepemimpinan.

Soft skill itu sendiri tidak dapat dipelajari ataupun didapat dimanapun melainkan muncul dari dalam diri, yang berhubungan hati dan pikiran. Walaupun tidak dapat dipelajari Soft skill masih bisa diasah dengan metode khusus.

Beberapa contoh soft skill antara lain  kemampuan berbicara, sabar, sopan santun, berpikir kritis, jiwa pemimpin dan lain-lain yang berkaitan dengan kepribadian seseorang. Biasanya pekerjaan yang cocok untuk seseorang dengan kelebihan dalam soft skill nya adalah di bidang kemanusiaan ataupun hubungan masyarakat. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan juga mendapatkan posisi lain dalam perusahaan jika Anda memiliki hard skill yang mumpuni.

Kategori

Kelola Kehadiran Karyawan Lebih Mudah dan Praktis Optimalkan Produktivitas Kerja.