Kisah sukses Smart Presence di RSUD Jayapura

Tertibkan administrasi dan disiplin kehadiran 1000 orang

Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura dibangun pada tahun 1956 oleh pemerintah Hindia Belanda dan diresmikan pada tanggal 5 Juni 1959. Sejak tanggal 2 Mei 1962 bersama dengan penyerahan Irian Barat ke Pemerintah Republik Indonesia, maka Rumah Sakit ini ikut diserahkan kepada Pemerintah Indonesia dan sampai saat ini pengelolaannya dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Papua.

Menggunakan Smart Presence sejak

Mei 2017

Jumlah karyawan di Smart Presence

1000+

Industri

Rumah Sakit

Seiring berjalannya waktu, RSUD Jayapura terus berkembang. Dari awalnya memili status tipe D samapi akhirnya saat ini (2017) RSUD jayapura memiliki status tipe B1 dan sedang dipersiapkan untuk naik ke status tipe A. Selain itu RSUD Jayapura juga ditetapkan sebagai RS Pendidikan yang saat ini masih belum banyak rumah sakit di Indonesia yang dijadikan RS Pendidikan.

Untuk mempersiapkan RSUD Jayapura naik ke status tipe A tentunya banyak yang perlu ditingkatkan baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Saat ini pun jumlah pegawai di RSUD Jayapura sudah menyentuh angka 1000. Hal ini tentunya akan menyulitkan bagian kepegawaian untuk memonitor kinerja pegawainya. Karena itu untuk meningkatkan disiplin dan kemampuan untuk memberi data absensi yang akurat RSUD Jayapura menggunakan Smart Presence sebagai alat absensinya.

Dengan menggunakan Smart Presence, RSUD Jayapura dapat menertibkan administrasinya serta meningkatkan disiplin kehadiran pegawai. Smart Presence juga memberikan data yang akuran sehingga bisa memenuhi tuntutan dari remunerasi profesi dari pemerintah untuk menghadirkan data kehadiran yang akurat.