smart presence blog image

Sebaiknya semua orang dalam perusahaan melacak waktu & kehadiran, tidak terkecuali karyawan bergaji tetap

Bukan hanya untuk pekerja paruh waktu

Sebaiknya semua orang dalam perusahaan melacak waktu & kehadiran, tidak terkecuali karyawan bergaji tetap

Walaupun anda pekerja dengan gaji tetap dan bukan dengan upah per pekerjaan. kenapa sebaiknya seperti itu? Mari kita lihat persfektif kita yang kekinian. Banyak dari teman kita yang memposting di sosmed tentang kegiatan workout mereka. Seberapa jauh mereka berlari, bersepeda atau berjalan. Ataupun seberapa besar beban angkatan, banyak repetisi dan tipe gerakan ketika mereka di gym.

Apa sebenarnya yang mereka miliki disana? Mereka semua yang memposting atau mencatat data workout masing-masing, mereka sangat bersemangat untuk melacak kemajuan mereka sendiri, mulai dari jarak tempuh, kecepatan, detak jantung, repitisi, peningkatan beban dan tidak lupa pula foto selfie setiap kegiatan.

Lalu yang menjadi hasil dari melakukan setiap pelacakan adalah mereka mendapatkan data jumlah dan statistik kegiatan. Tidak masalah apakah teman anda seorang atlet atau hanya penghobi olahraga akhir pekan. Pelacakan data memungkinkan mereka untuk melihat capaian tertentu yang telah mereka tetapkan, dan melihat kebelakang perkembangan yang telah mereka jalani.

Lalu kenapa karyawan dengan gaji tetap, perlu melakukan rekam kehadiran?

Mungkin rintangan terbesar dari seorang pimpinan perusahaan adalah meyakinkan karyawan dengan gaji tetap untuk melakukan perekaman kehadiran. Banyak orang merasa keberatan untuk melakukan kegiatan diawal dan akhir jam kerja ini. Apalagi dengan sistem kartu kehadiran yang tidak dapat mengungkapkan apapun selain tanggal, jam masuk dan pulang.

Namun bagaimana bila pekerja harus bekerja lebih dari 40 jam dalam seminggu. Bagaimana bila 20 jam kerja adalah dikerjakan diluar area kantor. Lalu kita menjadi bertanya bagaimana perekaman waktu kerja dan kehadiran dapat memberikan data yang baik untuk memperjelas tentang bagaimana waktu dihabiskan. Dan tentunya ini sangat berhubungan dengan pemberian kompensasi.

1. Karyawan dapat meminta pertanggungjawaban atas permintaan performa kerja yang tidak realistis.

Ketika perekaman waktu kehadiran dan kerja dilakukan, maka baik karyawan maupun perusahaan sama-sama memiliki wawasan tentang hal ini. Apabila karyawan diminta untuk memberikan performa yang baik sesuai target yang diharapkan namun pada akhirnya menyebabkan banyak terjadi overtime/lembur, maka ini menjadi indikasi baik bagi perusahaan bahwa karyawan memang butuh bantuan utnuk menyelesaikan tugasnya.

Disuatu sisi ketika karyawan mengejar performanya sehingga banyak terjadi overtime/lembur namun disisi lain perusahaan tetap meminta karyawan untuk hadir dengan jam kerja yang sama, tentu ini menjadi sangat tidak nyaman bagi karyawan tersebut.

Disinilah menjadi lebih terang ketika kedua belah pihak memegang bukti konkret rekaman waktu dan kehadiran. Perusahaan bisa lebih nyaman dalam memberikan kompensasi dan karyawan pun nyaman mengajukan permintaan kompensasi fleksibilats jam kerja atau pengurangan target kerja.

2. Ulasan data yang lebih baik dan dapat dipertanggung jawabkan.

Ketika perusahaan mengevaluasi kinerja karyawannya setiap triwulan atau tahunan untuk acuan kenaikan gaji karyawan, akan menjadi cukup bukti yang valid, misalnya dengan lembar absensi yang terisi penuh pantas karyawan tersebut untuk menerima itu.


Tentunya perekaman waktu dan kehadiran juga sangat penting bagi perusahaan.

Peraturan perundangan di Indonesia tentang ketenagakerjaan tentunya telah memberikan batasan jelas tentang pemberlakuan jam kerja dan bagaimana hubungan antara perusahaan dengan karyawannya. Baik dalam upah, cuti, jam kerja dll.

1. Bila semua karyawan melakukan perekaman kehadiran, perusahaan menjadi lebih terlindungi.

Ini tentunya semua masalah bukti bagaimana perusahaan memperlakukan karyawannya. Anggap saja apabila ada keluhan dari karyawan yang merasa diperas tenaganya untuk bekerja melewati batas jam kerja yang ditetapkan, maka hal pertama yang perlu ditunjukkan adalah bukti konkret tentang hal itu dari kedua belah pihak. Tentu ini menuntuk perusahaan untuk menjaga data perekaman waktu & kehadiran karyawannya dengan baik.

Walaupun mungkin tidak terjadi atau jarang terjadi, namun pilihan untuk menyimpan data kehadiran karyawan selama 1 – 2 tahun perlu diperhatikan bila terjadi hal seperti itu atau perusahaan menjadi sorotan akan hal semacam itu.

2. Perekaman Waktu & Kehadiran baik untuk produktivitas.

Seperti yang telah tersampaikan pada konten blog kami sebelum-sebelumnya, tentang bagaimana pengaruh presensi terhadap produktivitas karyawan. Memang tidak dapat digeneralisir bahwa setiap orang membutuhkan aturan waktu untuk menjaga mereka tetap fokus. Namun banyak penelitian yang membuktikan hal ini dibutuhkan dan mampu mendongkrak produktivitas.


Memang terkadang menjadi miskonsepsi ketika orang-orang berpendapat hanya pekerja berbasis waktu sajalah yang perlu melakukan perekaman data kehadiran. Namun dewasa ini mengtahui dengan pasti bagaimana karyawan bergaji tetap menghabiskan waktu kerjanya juga menjadi hal penting.

Namun sekali hal ini dilakukan dan semua karyawan dalam perusahaan melakukan perekaman data kehadiran. Informasi penting dengan sendirinya muncul dari data-data tersebut, dan perusahaan memperoleh manfaat darinya.

Leave a Reply

Aplikasi Absensi Online Praktis
Kelola Kehadiran Karyawan Lebih Mudah dan Praktis Optimalkan Produktivitas Kerja.