Baru terapkan sistem setelahnya,

Tegaskan Aturan Mainnya Baru Dukung Dengan Sistem Untuk Otomasinya

Melakukan pekerjaan supervisi absensi karyawan dapat menjadi perkejaan yang sangat membosankan

Dari memasukkan jadwal kerja karyawan, merekap timesheet (jam kerja) tiap orang, sampai dengan memperhitungkan PTO (paid time off) yang harus anda cek berhubungan dengan master data yang berbeda. Mencocokan kemudian memberikan tanda atau mengurangi serta menambah nilai setiap parameter.

cenderung tidak valid kemudian menimbulkan rasa tidak nyaman antar karyawan karena merasa diperlakukan berbeda.

Belum lagi ditambah dengan perubahan shift kerja yang tidak dilaporkan atau ternyata bermasalah. Beberapa perushaaan memiliki kebijakan dalam absensi yang sangat fleksibel membuat supervisor yang menangani merasa frustasi untuk mengerjakannya.

Beberapa hal ini menyebabkan status quo terhadap keadaan yang terlalu banyak toleransi terhadap data absensi dan menjadi cenderung tidak valid kemudian menimbulkan rasa tidak nyaman antar karyawan karena merasa diperlakukan berbeda.

Permasalahan yang sering berlarut-larut ini sebenarnya dapat dibenahi apabila pimpinan organisasi tegas dan berkomitmen dalam disiplin waktu kerja. Sanksi harus diberlakukan tegas SOP juga jelas. Segala aturan dan kebijakan yang menyangkut absensi dijelaskan dan disebarkan ke semua karyawan. Sehingga tidak ada yang saling curiga ketika kolega kerja diberlakukan istimewa.

Bila telah berjalan baik secara penerapan SOP sanksi dan realisasinya, maka untuk optimalisasi kerja, barulah sistem absensi dapat memberikan hasil yang optimal. Sistem aplikasi dalam otomasinya apabila tidak dibarengi dengan ketegasan SOP dari pengguna tidak akan pernah optimal.

Leave a Reply

Kelola Kehadiran Karyawan Lebih Mudah dan Praktis Optimalkan Produktivitas Kerja.